Kamis, 28 Maret 2013

0 Berita Paskah

Paskah, Keuskupan Agung Jakarta Imbau Umat Saling Berbagi Rasa

Dalam perayaan Paskah 2013, Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral mengusung tema "Semakin Beriman Semakin Bersaudara dan Semakin Berbela Rasa". Hal tersebut menjadi tema utama agar para umat kristiani mengikuti langkah Yesus Kristus untuk lebih sering berbagi antar sesama dengan keimanan yang baik.

"Maksudnya itu, kita mempunyai iman berarti mengikuti Yesus Kristus. Sehingga bisa membentuk rasa persaudaraan tapi persaudaraan disini bukan antar komunitas tertentu, tetapi untuk semua umat beragama hingga akhirnya kita semakin berbela rasa kepada kaum yang membutuhkan," ujar Humas Panitia Paskah Gereja Katedral Graece Tanus di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Oleh karena itu, jelas Graece, dengan tema tersebut, para umat kristiani dituntut untuk lebih peduli lagi antar sesama. Sebab saat ini masyarakat Indonesia khususnya masyarakat DKI Jakarta lebih terlihat bersifat individualis dan hanya mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan orang-orang yang sangat membutuhkan.

"Karena kita tahu sendiri masyarakat Jakarta saat ini lebih bersifat individualis. Dan kita diajak untuk terus berbagi antar sesama. Mulai dari keluarga hingga berbangsa dan bernegara. Jadi gereja juga terus untuk menumbuhkembangkan rasa persaudaraan hingga akhirnya kita berbela rasa," tuturnya.

Graece juga menjelaskan, untuk persiapan acara paskah, panitia acara di Gereja Katedral telah bekerja dengan baik dalam memberikan kenyamanan beribadah kepada para umat yang datang. Apalagi saat ini sudah mulai perayaan Tri Hari Suci -- dimana pada malam hari ini masuk pada Hari Kamis Putih.

"Ini sudah mulai perayaan Tri Hari Suci Kamis Putih. Dan saat ini sudah mulai berlangsung upacara yang ketiga untuk perayaan Kamis Putih. Jadi persiapan kita sudah 99 persen sudah siap, meski tadi diguyur hujan juga, tapi kita maksimalkan tenda-tenda," ungkapnya.

Yang terpenting, sambung Graece, adalah pelayanan baik yang bisa diberikan kepada para umat yang ingin beribadah di Gereja Katedral. Sebab umat yang datang ke Gereja Katedral ini bukan hanya yang biasa datang ke katedral saja, tapi banyak umat yang berdatangan dari daerah.

"Karena Katedral ini telah menjadi gereja pusat dari daerah-daerah. Jadi kita akan berikan pelayanan yang terbaik, karena perayaan Paskah ini akan berlangsung sampai hari puncak acara Paskah besok,"

0 Hari Paskah Raya Bagi Umat Kristen

Gambar 2.jpgPaskah merupakan perayaan tertua di dalam gereja Kristen, penghubung antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Paus Leo Agung (440-461) menekankan pentingnya Paskah dan menyebutnya festum festorum- perayaan dari semua perayaan, dan berkata bahwa bahkan Natal hanya dirayakan untuk mempersiapkan perayaan Paskah.
 
Menurut tradisi Sinoptik,  Paskah menunjuk pada Perjamuan Kudus, yang didasari dari Perjamuan Malam, perjamuan perpisahan antara Yesus dan murid-murid Yesus. Pada malam itu sebelum Yesus dihukum mati, Yesus memberikan makna baru bagi Paskah Yahudi. Roti dilambangkan sebagai tubuh Yesus dan anggur dilambangkan sebagai darah Yesus, yaitu perlambangan diri Yesus sebagai korban Paskah. Rasul Yohanes dan Pauluslah yang mengaitkan kematian Yesus sebagai penggenapan Paskah Perjanjian Lama (Yesus wafat pada saat domba-domba Paskah Yahudi dikorbankan di kenisah atau Bait Allah). Kematian dan kebangkitan Yesus inilah yang kemudian diasosiasikan dengan istilah Paskah dalam kekristenan.
 
Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kata Paskah disebutkan sebanyak 80 kali dalam 72 ayat sementara di dalam terjemahan BIS disebutkan sebanyak 86 kali dalam 77 ayat. Uraian lebih lengkap dapat dilihat pada id.wikipedia.org.
 
Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya "hari kelima puluh" - hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus). Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma. Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.